Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 September 2014

Fenomena Blue Moon Bukan Hanya Nama


Fenomena Blue Moon Bukan Hanya Nama

Apa itu fenomena blue moon ? Blue moon atau yang berarti bulan biru adalah sebuah istilah untuk mengatakan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan. Fenomena blue moon ini termasuk fenomena yang cukup langka karena tidak setiap tahun terjadi. Blue moon biasanya terjadi sekitar dua setengah tahun sekali. Hal ini disebabkan karena perhitungan tahun berdasar matahari dan berdasar bulan memiliki selisih hari. Pada kalender masehi terdapat 365 hari sedangkan pada kalender bulan hanya 354 hari. Baca juga: Misteri Cara Pembangunan Piramid Terpecahkan

fenomena bulan biru blue moon

Fenomena blue moon juga memiliki siklus 19 tahunan, dimana setiap 19 tahun sekali blue moon terjadi dua
kali dalam satu tahun. Sejarah juga mencatat bahwa fenomena blue moon dua kali setahun ini biasanya terjadi pada bulan Januari dan Maret. Hal ini disebabkan karena purnama pada bulan januari terjadi pada akhir bulan. Sedangkan pada bulan februari tidak terjadi purnama karena hanya terdapat 28 hari dalam sebulan. Blue moon selanjutnya terjadi pada bulan maret karena memiliki 31 hari sehingga memungkinkan terjadi blue moon. Baca Juga: Misteri Batu Bergerak Death Valey Terungkap

Namun taukah anda bahwa istilah blue moon bukan hanya sekedar istilah. Kenyataannya fenomena dimana bulan terlihat kebiruan memang pernah benar – benar terjadi beberapa kali. Setidaknya dari sumber yang saya dapat fenomena bulan biru pernah terjadi pada tahun 1980, 1983, 1992, dan 2011.

Pada tahun 1992, Astronom Marufin Sudibyo mengatakan bahwa telah terjadi fenomena dimana bulan tampak berwarna kebiruan pada saat gerhana bulan 9 Desember 1992. Sebagian cakram bulan terlihat kebiruan selama bagian yang lain tampak gelap bukan kemerahan seperti biasanya. Fenomena ini merupakan akibat dari letusan Gunung Pinatubo.

NASA menyebutkan bahwa bulan bisa tampak biru karena adanya partikel yang lebih besar dari panjang gelombang warna merah. Dan pertikel tersebut bisa berasal dari letusan gunung. Baca juga: Nabi Nuh Adalah Nabi jawa kuno

Faktanya fenomena bulan tampak biru pernah terjadi bukan hanya saat gerhana matahari melainkan setiap hari. Bulan tampak biru setiap hari selama bertahun tahun setelah letusan, entah sabit, separuh atau purnama. Fenomena ini teradi pada tahun 1883 setelah letusan gunung krakatau.  Debu letusan krakatau mengotori atmosfer dan menyebabkan cahaya putih yang biasanya tampak tampak biru.

Saat letusan Gunung St. Helen tahun 1980 dan letusan Gunung El Chicon tahun 1983 fenomena bulan tampak biru juga terjadi.Fenomena blue moon di dunia nyata memang cukup langka. Jika anda memiliki informasi mengenai fenomena bulan biru yang belum saya sebutkan, anda bisa beritahukan melalui kolom komentar di bawah ini.
ReadMore..

Jumat, 07 Februari 2014

7 Fenomena Alam Teraneh Menakjubkan

Suatu fenomena alam merupakan hal yang tercipta akibat perpaduan faktor alam dengan faktor yang lainya. Tetapi fenomena alam itu memiliki kurun waktu yang singkat dan jarang sekali terjadi untuk yang kedua kalnya. Berikut 7 Fenomena alam teraneh sekaligus menakjubkan
 

1. Api Terjun (Horsetail Falls)
 
Fenomena Api Terjun ini terdapat di Yosemite National Park yang terletak di California. Dinamakan Api terjun karena pada saat air jatuh dari ketinggian sekitar 2000 kaki, mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh dari atas. Sebenarnya fenomena ini bukanlah lava yang jatuh, melainkan air yang sedang terjun mendapatkan efek dari sinar matahari yang akan terbenam. Namun fenomena ini harus didukung dengan cuaca yang cerah, keberadaan matahari yang tepat saat menyinari air, dan debit air yang cukup banyak untuk bisa membuat Air terjun di Yosemite National Park mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh.
 
 
2. Ice Circle
Fenomena Ice Circle ini bisa terjadi di mana saja. Biasanya fenomena ini sering terjadi di daerah sungai yang meiliki arus yang lambat serta iklim yang dingin. Bentuknya mirip seperti piringan yang berputar secara perlahan. Fenomena ini juga pernah terjadi sekitar tahun 1930 di Toronto, Canada.
 

3. Crop Circle 
Mendengar namanya, pasti fenomena ini sudah tak asling lagi di telinga kita. Yah, itulah Crop Circle. Sebuah lingkaran yang mempunyai motif berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Fenomena ini pertama kali muncul sekitar akhir tahun 1970-an di London, Inggris. Namun di Indonesia juga fenomena ini pernah muncul, yakni di Sleman, Yogyakarta pada 23 Januari 2011. Penyebab utama pembuatan Crop Circle ini masih menyimpan banyak tanya. Apakah buatan manusia, buatan alam, atau buatan makhluk dari luar bumi. Kini masalah itu saling diperdebatkan, tapi kebanyakan dari ilmuwan berpendapat bahwa Crop Circle itu dibuat oleh tangang-tangan kreatif manusia.
 

4. Gelombang Beku
Fenomena ini terjadi di daerah Antartika. Penyebab utama terjadinya gelombang beku ini yaitu reaksi antara salju dengan kondisi di Antartika. Misalnya ketka sebuah gunung es yang jatuh ke laut maka akan menimbulkan sebuah gelombang, dari gelombang itu bereaksi dengan salju dan akan mengtinjauankan gelombang beku. Apabila gunung es yang jatuh ke laut membawa Alga, maka gelombang yang terbentuk akan memiliki garis-garis warna seperti, hijau, coklat, hitam dan kuning.
 

5. Halo Matahari (Cincin Matahari) 
Fenomena ini sebenarnya pernah terjadi di San Frasisco, dan di negara Indonesia pun juga pernah merasakan fenomena ini yaitu pada tanggal 04 Januari 2011 yang terjadi di kota Yogyakarta. Namun sebelumnya juga fenomena ini pernah terjadi di Padang pada tahun 2009. Fenomena ini terbentuk akibat kristal es yang membentuk sebuah busur berwarna putih dan berbintik-bintik yang dibiaskan ke atas langit sehingga menciptakan sebuah cincin yang mengelilingi matahari. Namun ada opsi lain yang bisa menciptakan lingkaran cincin diantara matahari, yaitu faktor cuaca yang dingin. Karena cuaca dingin dapat membuat kristal-kristal es yang sudah berubah menjadi debu berlian mengapung ke udara dan menimbulkan cahaya yang melingkari matahari.
 
 
6. Pelangi Api (Fire Rainbow)
Di Indonesia, fenomena ini sempat terjadi di daerah Makasar. Tapi bagaiman fenomena itu bisa terjadi ? Fenomena yang biasa disebut Busur Circumhorizon sebenarnya terjadi akibat sinar matahari yang menembus awan-awan terang yang berada di ketinggian yang cukup tinggi. Karena awan-awan itu terbentuk akibat kristal-kristal heksagonal, maka sinar matahari yang masuk melalui permukaan vertikal kristal-kristal di atas akan meninggalkan beberapa warna seperti pelangi.
 

7. Morning Glory Cloud
Fenomena ini tergolong suatu fenomena yang sangat langka. Namun fenomena ini pernah terjadi di Teluk Carpenataria, Australia. Awan ini mempunyai bentuk memanjang dengan panjang yang dapat mencapai 1000 km dan memiliki ketinggian antara 1-2 km. Awan ini sering disebut juga dengan istilah Solitary atau Soliton Wave karena bentuknya seperti gelombang yang bergerak dengan kecepatan 60km/h.
 
 
sumber
ReadMore..